October 5, 2021 By onetablo.com 0

Pengusaha Keluhkan Kewajiban Label Halal untuk Sektor Alat Kesehatan

Pengusaha Keluhkan Kewajiban Label Halal untuk Sektor Alat Kesehatan

Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) mengeluhkan kewajiban jaminan produk halal untuk sektor alat kesehatan. Seperti diketahui, melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 464 th. 2020, pemerintah mewajibkan seluruh alat kebugaran meraih sertifikat halal.

Sekretaris Jenderal Gakeslab, Randy Teguh mengatakan, mekanisme ini berpotensi jadi komersialisasi sertifikasi halal. Selain itu, hal tersebut terhitung berpotensi menaikkan ketidakpastian bagi investasi dari luar negeri.

“Jangan hingga produk yang tidak kudu sertifikat halal, dikenakan, supaya sertifikasi ini tidak capai obyek awalnya,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama DPR, Jakarta, Senin (27/9).

Randy mengatakan, mekanisme sertifikasi itu merepotkan pabrikan sebab bahan baku hingga kini kudu disuplai dari berbagai pihak supaya sesuai ketentuan. Sementara itu, infrastruktur pelabelan halal untuk alat kebugaran belum sesiap obat dan makanan distributor alat kesehatan .

“Kalau untuk obat dan makanan sangat memahami pelabelan halal. Sementara untuk alkes kita tetap kebingungan,” katanya.

Dalam hal penyediaan alkes dalam negeri, Gakeslab sudah membangun kerja serupa bersama 11 universitas untuk menciptakan komunitas inovator, di mana produk-produk penelitian mampu dilakukan penghiliran oleh industri.

Gakeslab terhitung menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia untuk mendukung kesiapan berupa komponen bahan baku dan mesin, serta memobilisasi fasilitas produksi. Namun demikian, pemerintah tetap miliki sejumlah pekerjaan tempat tinggal untuk dibereskan.

Salah satunya yakni skema penghitungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) spesifik untuk sektor alat kesehatan. “Sepertinya belum tersedia kejelasan misalnya kita mempunyai penelitian dan pengembangan bekerja serupa bersama universitas, apakah ini mampu menaikkan bobot TKDN,” tandas Randy.